Kamis, 09 November 2017

Jadi

Ketika aku tahu, meskipun dulu kamu bilang kamu masih butuh aku... aku ngerasanya... apa ya, aku ini gak ngasih apapun gitu. You're a free soul. You can make yourself happy. You have so many friends. You know how to have fun. You can control your heart. You're that awesome.

And Im still here.
Stuck.
Occasionally struggling.
Occasionally pining.
Occasionally having this super ugly crisis about these toxic feelings towards you.

When you spend your time with other person... your real friends... your potential crush... your chattig friends... never in my mind I would pissed at you. Cause you're having fun. Yang aku kesel, adalah diriku dewe. Cause deep down, aku sedih. Deep down, aku masih mikir, "Wah, enak ya mereka. Coba aku sebebas itu ya sama kamu." atau... "Wah, si D masuk story-mu lagi ya. Seru, orang ngeliatnya kayak spesial gitu dianya. Endearing gitu di storymu. Ah, kok jadi pengen jadi dia ya." atau... "Wih, kamu macam excited banget ngomongin dia ya. Potensi ngecrush nih. Asik ya, dulu aku pernah di posisi itu. Rasanya nyenengin, kamu mikirin aku terus. Sekarang udah enggak ya."

Lalu aku kesel sama diri sendiri gitu deh.

Lucu ya aku.

Udah hampir dua tahun juga.

Masih kayak gini-gini aja.

Kayaknya cukup ya di kamu aja. Ketika aku wis lepas dari kamu, jangan sampe aku kayak gini lagi ke orang lain. Gak akan pernah aku ngijinin aku kayak gini lagi. Cukup sekali seumur hidup. Sudah tahu rasanya. Jadi jangan diulang lagi. Wahai diriku sendiri :)